Rabu, 03 Juni 2015

Standar Praktik Bidan

Standar Praktek Bidan

  • Standar I : Metode Asuhan
Asuhan Kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencanaan pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi.
Difinisi Operasional :
1. Ada format manajemen kebidanan yang sudah terdaftar pada catatan medis.
2. Format manajemen kebidanan terdiri dari : format pengumpulan data, rencana format pengawasan resume dan tindak lanjut catatan kegiatan dan evaluasi.
  • Standar II : Pengkajian
Pengumpulan data tentang status kesehatan kilen dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis.
Difinisi Operasional :
1. Ada format pengumpulan data
2. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, terfokus, yang meliputi data :
 - Demografi identitas klien
 - Riwayat penyakit terdahulu
 - Riwayat kesehatan reproduksi
 - Keadaan kesehatan saat ini termasuk kesehatan reproduksi
 - Analisis data
3. Data dikumpulkan dari :
 - Klien/pasien, keluarga dan sumber lain
 - Teanaga kesehatan
 - Individu dalam lingkungan terdekat
4. Data diperoleh dengan cara :
 - Wawancara
 - Observasi
 - Pemeriksaan fisik
 - Pemeriksaan penunjang
  • Standar III : Diagnosa Kebidanan
Diagnosa kebidanan dirumuskan berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan.
Difinisi Operasional :
1. Diagnosa kebidanan dibuat sesuai dengan kesenjangan yang dihadapi oleh klien / suatu keadaan psikologis yang ada pada tindakan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan dan kebutuhan klien
2. Diagnosa kebidanan dirumuskan dengan padat, jelas sistematis mengarah pada asuhan kebidanan yang diperlukan oleh klien
  • Standar IV : Rencana Asuhan
Rencana Asuhan kebidanan dibuat berdasarkan diagnosa kebidanan
Difinisi Operasional :
1. Ada format rencana asuhan kebidanan
2. Format rencana asuhan kebidanan terdiri dari diagnosa, rencana tindakan dan evaluasi
  • Standar V : Tindakan
Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien : tindakan kebidanan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien
Difinisi Operasional :
1. Ada format tindakan kebidanan dan evaluasi
2. Format tindakan kebidanan terdiri dari tindakan dan evaluasi
3. Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan perkembangan klien
4. Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap dan wewenang bidan atau tugas kolaborasi
5. Tindakan kebidanan dilaksanakan dengan menerapkan kode etik kebidanan etika kebidanan serta mempertimbangkan hak klien aman dan nyaman
6. Seluruh tindakan kebidanan dicatat pada format yang telah tersedia
  • Standar VI : Partisipasi Klien
Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama/partisipasi klien dan keluarga dalam rangka peningkatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan
Difinisi Operasional :
1. Klien/keluarga mendapatkan informasi tentang :
 - status kesehatan saat ini
 - rencana tindakan yang akan dilaksanakan
 - peranana klien/keluarga dalam tindakan kebidanan
 - peranan petugas kesehatan dalam tindakan kebidanan
 - sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan
2. Klien dan keluarga bersama-sama dengan petugas melaksanakan tindakan kegiatan
  • Standar VII : Pengawasan
Monitor/pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan klien
Difinisi Operasional :
1. Adanya format pengawasan klien
2. Pengawasan dilaksanakan secara terus menerus sitematis untuk mengetahui keadaan perkembangan klien
3. Pengawasan yang dilaksanakan selalu dicatat pada catatan yang telah disediakan
  • Standar VIII : Evaluasi
Evaluasi asuhan kebidanan dilaksanakan terus menerus seiring dengan tindakan kebidanan yang dilaksanakan dan evaluasi dari rencana yang telah dirumuskan.
Difinisi Operasional :
1. Evaluasi dilaksanakan setelah dilaksanakan tindakan kebidanan.
    Klien sesuai dengan standar ukuran yang telah ditetapkan
2. Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur rencana yang telah dirumuskan
3. Hasil evaluasi dicatat pada format yang telah disediakan
  • Standar IX : Dokumentasi
Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan yang diberikan
Difinisi Operasional :
1. Dokumentasi dilaksanakan untuk disetiap langkah manajemen kebidanan
2. Dokumentasi dilaksanakan secara jujur sistimatis jelas dan ada yang bertanggung jawab
3. Dokumentasi merupakan bukti legal dari pelaksanaan asuhan kebidanan

Senin, 01 Juni 2015

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan akan gizi serta nutrisi pada seorang ibu hamil tentunya akan berbeda dengan kebutuhan pada umumnya seorang ibu. Karena nutrisi gizi lebih banyak dibutuhkan ibu hamil untuk kesehatannya sendiri dan juga kesehatan calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kesehatan adalah bagian yang terpenting bagi seorang ibu hamil yang sedang dalam masa kehamilan. Karena perubahan ibu hamil yang banyak terjadi kebutuhan gizi hamil harus tercukupi dengan baik.

Kehamilan yang sehat adalah merupakan suatu keadaan yang selalu diharapkan pada setiap ibu yang sedang dalam proses mengandung dan kehamilan. Karena dengan adanya kehamilan yang sehat, maka hal ini akan membuat ibu hamil dan sang calon janin yang ada dalam kandungan pun akan sehat dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan selama dalam kurun waktu 9 bulan mengandung. Sehingga seorang ibu hamil juga memerlukan akan tips sehat ibu hamil.


Kebutuhan gizi ibu hamil, nutrisi ibu hamil

Berkaitan dengan bertambahnya usia kehamilan seorang ibu hamil, maka kebutuhan gizi ibu hamil juga mengalami peningkatan. Bersamaan dengan meningkatnya berat badan janin yang ada dalam kandungannya pula. Berbicara mengenai nutrisi ibu hamil ini juga tak terlepas dari bagaimana kita bisa mengatur pola makan yang sehat pula dalam kehidupan sehari-hari kita sendiri. Hanya saja ada beberapa nutrisi gizi ibu hamil yang haris mendapatkan perhatian ekstra dari kita semuanya.

Pemenuhan kebutuhan akan gizi ibu hamil ini harus dipenuhi dengan baik karena sang calon bayi pun banyak membutuhkan akan asupan nutrisi dan gizi untuk pertumbuhannya dalam kandungannya. Dan tentunya pengaruh ibu hamil ini kepada janin dan bayinya kelak akan sangat bermanfaat bila dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi serta gizi dan juga dukungan yang baik dari suaminya bisa terpenuhi dengan baik dan optimal pula.

Beberapa nutrisi gizi yang dibutuhkan seorang ibu hamil adalah sebagai berikut :
  1. Asam Folat. Kebutuhan akan asam folat pada kehamilan sangat penting dalam hal pembentukan sel syaraf dan juga sel-sel pada janin yang ada dalam kandungannya pula. Untuk itu kita harus bisa mencukupi akan hal ini. Sumber asam folat dapat kita temui pada sumber makanan seperti halnya beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Kalori. Kebutuhan kalori ini pada ibu hamil akan juga semakin meningkat dalam trimester kehamilannya. Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan akan banyak membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan pada awal-awal kehamilannya.
  3. Zat Besi. Kebutuhan akan zat besi harus bisa dicukupi dengan baik. Karena hal ini berkaitan erat dengan proses pembentukan darah. Karena bila seorang ibu hamil yang kekurangan akan zat besi ini akan bisa berdampak anemia yang tentunya anemia pada ibu hamil ini akan bisa berpengaruh banyak pada kesehatan ibu sendiri dan juga janin yang ada dalam kandungannya.
  4. Protein. Kebutuhan ibu hamil akan protein ini karena protein membantu dalam hal proses pembentukan sel-sel darah selain dari zat besi yang di atas tadi. Selain itu protein sendiri fungsinya dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber kalori pula dan juga sebagai zat pembangun dalam berbagai hal dalam tubuh.
  5. Kalsium. Keluhan ibu hamil yang umum adalah rasa pegal-pegal dan kebutuhan akan kalsium ini harus terpenuhi dengan baik selain untuk hal tersebut adalah fungsi dan peranan penting lainnya kalsium ini adalah untuk pembentukan serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf pada janin yang berada dalam kandungannya. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah berkisar 1000 mg/hari.
  6. Kebutuhan akan berbagai macam jenis vitamin. Vitamin-vitamin yang memegang peranan penting dalam sebuah proses kehamilan diantaranya adalah vitamin A, C dan vitamin D.
Kebutuhan nutrisi serta gizi ibu hamil ini bisa kita mengenali dengan peningkatan grafik berat badan ibu hamil. Kenaikan berat badan ibu hamil tersebut bervariasi dari bulan ke bulan sesuai dengan fase kehamilan. Pada umumnya kenaikan berat badan yang normal pada kehamilan adalah berkisar antara 10-12 kg. Bila kurang dari 10 kg perlu juga konsultasi dengan dokter demikian pula bila didapatkan kenaikan berat badan yang berlebihan sampai dengan 20 kg lebih selama masa kehamilannya.

Konseling Persiapan Laktasi

ASKEB KEHAMILAN (Konseling Persiapan Laktasi)


KONSELING PERSIAPAN LAKTASI
1.       Tujuan
                                  ¨         Memahami teknik perawatan payudara pada ibu hamil.
                                  ¨         Memahami teknik konseling persiapan laktasi.
2.       Kompetensi
Pada akhir proses belajar mengajar mahasiswa mampu untuk :
                                  ¨         Melakukan perawat payudara pada ibu hamil.
                                  ¨         Melakukan konseling persiapan laktasi pada ibu hamil.
3.       Dasar Teori
Persiapan laktasi pada masa kehamilan merupakan hal yang penting dan harus dilakukan sejak awal kehamilan. Bidan harus mampu mengajarkan teknik perawatan payudara pada ibu hamil dan memberikan konseling persiapan laktasi. Persiapan ini penting, karena tidak hanya mempersiapkan ibu secara fisik tetapi juga secara psikologi. Pada kenyataannya banyak ibu yang tidak berhasil memberikan ASI bukan karena masalah fisik tetapi lebih kepada psikologisnya. Bidan harus mampu memberikan keyakinan bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi dan setiap ibu pasti dapat menyusui.
                Tahap persiapan laktasi dimulai dari perawatan payudara. Perawatan payudara saat hamil merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh ibu hamil selama kehamilannya, hal ini dilakukan demi keberhasilan menyusui ibu kelak. Perawatan selama kehamilan bertujuan agar selama  masa menyusui kelak produksi ASI cukup, mendeteksi lebih dini jika terjadi kelainan pada payudara sehingga dapat dikoreksi lebih awal.
                Pada umumnya, wanita dalam kehamilan 6-8 minggu akan mengalami pembesaran payudara. Payudara akan terasa lebih padat, kencang, sakit dan tampak jelas dipermukaan kulit adanya gambaran pembuluh darah yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery pada daerah areola tampak lebih nyata dan menonjol. Sejak awal kehamilan normalnya payudara mengeluarkan cairan apabila dipijat. Tahapan pengeluaran cairan pada payudara yaitu :
                                   ¨         Awal kehamilan sampai usia kehamilan 16 minggu cairan yang keluar berwarna jernih.
                                   ¨         Usia kehamilan 16-32 minggu berwarna agak putih seperti air susu yang encer sekali.
                                   ¨         Usia kehamilan 32 minggu sampai melahirkan keluar cairan yang kental, berwarna kuning, dan mengandung banyak lemak, disebut kolostrum.
Perawatan  payudara pada masa kehamilan memiliki manfaat yang besar diantaranya untuk persiapan masa laktasinya. Berikut manfaat perawatan payudara saat hamil :
                                   ¨         Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan daerah putting susu.
                                   ¨         Melenturkan dan menguatkan putting susu sehingga memudahkan bayi pada waktu menyusui.
                                   ¨         Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
                                   ¨         Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mangtasinya.
                                   ¨         Mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui.
Sebaliknya kelalaian ibu dalam melakukan perawatan payudara masa kehamilan dapat berakibat fatal, diantaranya berakibat pada :
                                               ¨         ASI tidak keluar, hal ini sering terjadi dan baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
                                               ¨         Putting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap, meskipun bayi menghisap ASI pada areola mammaenya.
                                               ¨         Produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi.
                                               ¨         Infeksi pada payudara, payudara bengkak atau bernanah.
                                               ¨         Muncul benjolan di payudara, dll.
Bidan dalam mempersiapkan ibu hamil pada masa laktasinya juga harus melakukan  pemeriksaan payudara dengan seksama. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam menyusui. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi dan palpasi. Salah satu pemeriksaan yang penting dilakukan adalah pemeriksaan putting susu ibu. Guna menunjang keberhasilan menyusui perlu dilakukan pemeriksaan kelnturan putting dengan cara :
                                                          1.         Memeriksa bentuk putting susu
                                                          2.         Mencubit areola di sisi putting susu dengan ibu jari dan telunjuk
a)      Putting susu pendek, apakah lentur atau tidak?
b)      Bila dapat ditarik, maka kelenturannya baik, protraktil
c)       Bila masuk kedalam saat ditarik maka tidak lentur
                                                          3.         Menarik putting susu dan areola dengan perlahan, untuk membentuk “dot”, apabila putting susu :
a)      Mudah ditarik, berarti lentur
b)      Tertarik sedikit, berarti kurang lentur
c)       Masuk kedalam, berarti putting susu terbenam
Apabila dalam pemeriksaan didpatkan kelenturan putting kurang atau terbenam, bidan dapat mengajarkan beberapa tindakan untuk mengatsinya, diantaranya :
a)      Cara pertama dengan menggunakan kedua jari yaitu telunjuk atau ibu jari, caranya daerah di sekitar putting susu diurut kea rah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Cara ini dilakukan sehari 2 kali selama 6 menit.
b)      Cara kedua dengan memodifikasi spuit 10 cc (cara ini disarankan pada ibu menyusui)
Tahapan perawatan payudara lanjutan yang harus dilakukan oleh ibu hamil adalah :
1.       Mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan
2.       Membasahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa/baby oil
3.       Mengompres putting susu sampai areola mamae dengan minyak kelapa selama 2-3 menit.
Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada putting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alcohol atau yang lainnya yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan putting susu lecet.
4.       Memegang lalu menarik kedua putting susu, lalu memutar putting susu kea rah dalam dank ke arah luar (searah dan berlawanan jarum jam).
5.       Memijat kedua areola  mamae hingga keluar 1-2 tetes.
6.       Membersihkan kedua putting susu dan sekitarnya dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk bersih.
7.       Memakai BH yang menopang payudara dan sesuai dengan bentuk payudara, jangan ketat dan menekan payudara hanya karena ingin mempertahankan bentuk payudara. Mempertahankan bentuk payudara setelah hamil dapat dilakukan dengan gerakan memperkuat otot pektoralis: kedua lengan disilangkan di depan dada, saling memegang siku lengan lainnya, kemudian lakukan tarikan sihingga terasa tegangan otot-otot di dasar payudara.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam persiapan laktasi :
                                               ¨         Nutrisi/gizi ibu hamil
Zat gizi yang masuk ke dalam tubuh serta cadangan yang ada pada wanita hamil dan menyusui akan digunakan untuk aktivitas dan metabolism ibu, untuk memproses pembentukan ASI dan nilai kalori serta zat gizi ASI itu sendiri. Gizi semasa hamil berhubungan dengan laktasinya, oleh karena itu butuh perhatian khusus. Perhatian ini dimulai dari konsumsi makanan ibu hamil yang harus memenuhi syarat tertentu :
a)      Memenuhi kebutuhan zat gizi (energi, protein, vitamin, dan mineral)
Berdasarkan angka kecukupan gizi, kebutuhan tambahan kalori wanita hamil kurang lebih 300 kalori per hari. Kebutuhan protein 56 gram per hari, kecuali itu perlu tambahan vitamin, mineral, seperti vitamin A, tiamin, riboflavin, niasin, vitamin C, kalsium dan zat besi.
b)      Memperhatikan kondisi khusus yang dialami ibu hamil
Kondisi mual muntah oleh karena itu disarankan makan dengan porsi kecil tetapi sering, dan mengkonsumsi makanan yang segar seperti buah dan sup.
                                               ¨         Istirahat
Wanita hamil sebaiknya tidur minimal 8 jam sehari. Kegiatan dan gerakannya sehari-hari harus memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi pada dirinya, diantara waktu kegiatannya tersebut diperlukan waktu untuk istirahat (santai) guna melemaskan otot-otot. Bagi wanita yang bekerja, hendaknya dapat diatur agar cuti hamil dan bersalinnya diambil sebanyak mungkin setelah ia bersalin sehingga ia dapat menyusui bayinya selama mungkin sebelum bekerja.
                                               ¨         Tidak merokok, minum alcohol, kopi, soda
Termasuk menjauhi asap rokok dari orang lain. Minuman kopi dan minuman soda dapat mengurangi kemampuan usus untuk menyerap kalsium dan zat besi.
                                               ¨         Obat-obatan
Pemakaian obat-obatan selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama menjelang persalinan perlu diperhatikan, agar tidak berpengaruh trhadap laktasi.
                                               ¨         Keluhan lain
Adanya keluhan lain misalnya sakit gigi/mulut, infeksi lainnya, perlu diperhatikan, karena dapat menjalar ke bagian tubuh lainnya dan menggangu kehamilan.
                                               ¨         Kebersihan diri dan pakaian yang nyaman
Perlu mendapat perhatian untuk menjaga kesehatan. Pilihlah pakaian yang longgar, ringan, mudah dipakai dan menyerap keringat.
                                               ¨         Mengenal petugas kesehatan yang menolong
Sebaiknya selama 3 bulan terakhir kehamilan, seorang ibu telah menentukan seorang dokter atau bidan yang akan mengawasi persalinan dan pertongan anaknya kelak. Kerjasama antara tenaga penolong persalinan dan dokter anak juga harus dibina.

Senam Ibu Hamil

Gerakan Senam Ibu Hamil saat usia kehamilan 8 bulan, dilakukan untuk mengisi kegiatan saat di Rumah. Pada usia kehamilan ini, biasanya mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Apabila tidak melakukan aktifitas, tentu akan menimbulkan rasa bosan bahkan depresi pada ibu hamil. Hal ini tentu sangat tidak baik untuk kesehatan janin dan calon ibu.

Untuk mengisi waktu luang tersebut, tidak ada salahnya anda melakukan senam hamil sederhana di dalam rumah. Selain untuk menghindari depresi, senam hamil akan melatih otot-otot panggul dan otot-otot di sekitar vagina, sebagai persiapan saat persalinan. Beberapa gerakan sederhana Senam Ibu Hamil, yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:

Hands and back up train
  • Gerakan senam ini diawali dengan mengangkat lengan lurus di atas kepala, telapak tangan saling berhadapan. Dan tahan posisi ini selama 20 detik.
  • setelah 20 detik Regangkan kedua lengan selebar mungkin.
  • Lakukan gerakan ini berulang 5 kali
Hip
  • awali gerakan senam dengan berbaring telentang dengan posisi lutut ditekuk,
  • Tarik napas melalui hidung dan kencangkan otot bagian perut dan bokong (seperti akan mengejan)
  • Tahan selama aktivita ini selama 5 detik dan hembuskan nafas, dengan rileks
  • Lakukan Gerakan Senam Ibu Hamil ini sesering mungkin, saat usia kehamilan 8 bulan.
Mencium Lantai
  • Gerakan Senam Hamil ini dilakukan untuk memperbaiki posisi bayi agar kepala bayi mengarah panggul pada bayi sungsang. Dan bisa dilakukan saat usia kehamilan 6
  • Metode ini biasanya cocok untuk usia 6 bulan hamil bulan.
  • Awali gerakan dengan berjongkok, dan kemudian membungkuk secara perlahan dampai hampir mencium tanah. Tahan posisi ini selam 10 detik.
  • Setelah anda mampu mencium tanah, kembali ke posisi semula.
  • Lakukan gerakan ini sesering mungkin, sampai posisi bayi benar.
Ketiga Gerakan Senam Ibu Hamil saat kehamilan tua seperti diatas yang bisa membuat pikiran Anda menjadi rileks kembali, dan lebih siap menjalani persalinan normal. Namun, apabila karena suatu kondisi dokter menyarankan anda untuk tetap beristirahat (bedrest), karena pendarahan, ketuban bocor ataupun kondisi lain yang menyebabkan kondisi kehamilan berisiko. Maka Senam hamil yang paling sederhana sekalipun, sebaiknya jangan anda lakukan.

Perawatan Luka

Perawatan Luka adalah suatu teknik aseptik yang bertujuan membersihkan luka dari debris untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
Penyembuhan Luka Primer (First Intention)
Dikatakan Penyembuhan luka Primer apabila fase penyembuhan luka berjalan cepat, disebabkan tidak adanya benda asing, tidak terjadi infeksi pada luka tersebut.
Penyembuhan Luka Sekunder (Second Intention)
Dikatakan Penyembuhan luka Sekunder apabila fase kesembuhan berjalan lama karena luka terlalu lebar, ada benda asing atau infeksi, sehingga luka akan ditutup dengan jaringan granulasi.
Teknik Perawatan Luka
Desinfeksi, Pembersihan Luka (Wound Toilet), Debridement (Wound Excision), Perawatan Perdarahan, Penjahitan lukaTutup, Angkat Jahitan
Prinsip-prinsip Perawatan Luka
Ada dua prinsip utama dalam perawatan luka. Prinsip pertama menyangkut pembersihan/pencucian luka. Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan teknik swabbing, yaitu ditekan dan digosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain bersih yang dibasahi dengan air steril atau NaCl 0,9 %.
Sedang luka basah dan mudah berdarah dibersihkan dengan teknik irrigasi, yaitu disemprot lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa diganti air matang) atau NaCl 0,9 %. Jika memungkinkan bisa direndam selama 10 menit dalam larutan kalium permanganat (PK) 1:10.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air), atau dikompres larutan kalium permanganat 1:10.000 atau rivanol 1:1000 menggunakan kain kasa.
Cairan antiseptik sebaiknya tidak digunakan, kecuali jika terdapat infeksi, karena dapat merusak fibriblast yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka, menimbulkan alergi, bahkan menimbulkan luka di kulit sekitarnya. Jika dibutuhkan antiseptik, yang cukup aman adalah feracrylum 1% karena tidak menimbulkan bekas warna, bau, dan tidak menimbulkan reaksi alergi.
Penatalaksanaan
Antisepsis sekitar luka
Cuci dengan betadine
Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
Antisepsis luka
Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl 0,9%
Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
Untuk luka bersih : cuci
Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan
Perhatikan :
luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9% -> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke RSUD.
Pengobatan
Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4×500mg-1gr per hari
Amoksisilin 3-4×500 mg
Analgesik -> jika perlu
Catatan Penting
Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa sakit
Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut gat dan bagian luar memakai silk
Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang -> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion (membuka keluar)
Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari ke 6-7
Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat selang-seling (tidak sekaligus)
Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar ikut menyusup ke dalam)
Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan Revanol 2 kali sehari Tidak semua luka perlu ATS -> lihat kriteria di atas

Menjahit Luka

Cara Menjahit Luka Pada Pasien


Tujuan Cara Menjahit Luka Pada Pasien adalah sebagai instruksi bagi petugas UGD dalam melakukan penjahitan pada pasien sehingga tidak terjadi infeksi yang disebabkan oleh luka tersebut.


Definisi Tata Cara Menjahit Luka Pada Pasien
Luka adalah keadaan hilang atau terputusnya kontinuitas jaringan. Penjahitan luka (hecting) dilakukan pada luka robek kyang bersih dan diyakini tidak mengalami infeksi serta berumur kurang dari 8 jam boleh dijahit primer. Sedangkan luka yang terkontaminasi berat dan tidak berbatas tegas sebaiknya dibiarkan sembuh per secundam atau per tertiam.
Penyembuhan luka dapat terjadi secara :
  1. Per priman, yaitu penyembuhan yang terjadi setelah segera diusahakan bertautnya tepi luka biasanya dengan penjahitan
  2. Per secundam, yaitu luka yang tidak mengalami penyembuhan per priman, biasanya dijumpai pada luka infeksi, luka dengan kehilangan jaringan. Luka Jenis ini biasanya dibiarkan terbuka.
  3. Per tertiam atau per priman tertunda, yaitu luka yang dibiarkan terbuka, selama beberapa hari setelah tindakan debridement, setelah diyakini bersih, maka tepi luka dipertatkan.
Alat dan Bahan 
  1. Sarung tangan steril
  2. Kasa Steril 
  3. Obat Anastesi local seperti Lidokain ampul
  4. Plester / Verban
  5. Cairan garam fisiologis (NaCl 0,99%)
  6. Larutan antiseptik (providone iodine) 
  7. Spuit 3 cc atau 5 cc
  8. Peralatan penjahitan luka (heating set) : Jarum jahit bedah lengkung, Pinset sirurgis, Pinset anatomis, Pemegang jarum (needle holder), Klem arteri, Gunting, Benang catgut, Zyde, Bak instrumen
Jenis Benang Untuk Menjahit Luka Pada Pasien
  • Seide (silk/sutra) ; Bersifat tidak licin seperti sutra biasa karena sudah dikombinasikan dengan perekat, tidak diserap oleh tubuh. Pada penggunaan disebelah luar, maka benang harus dibuka kembali. Berguna untuk menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri besar. Ukuran yang sering digunakan adalah nomor 2 nol 3 nol, 1 nol dan nomor 1.
  • Plain Catgut ; Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu 7-10 hari dan warnanya putih kekuningan. Berguna untuk mengikat sumber pendarahan kecil, menjahit subcutis dan dapat pula digunakan untuk bergerak dan luas lukanya kecil. Benang ini harus dilakukan penyimpulan 3 kali karena dalam tubuh akan mengembang. Bila penyimpulan dilakukan 2 kali saja akan terbuka kembali.
  • Chromic Catgut ; Bersifat dapat diserap oleh tubuh, penyerapannya lebih lama yaitu sampai 20 hari. Chromic Catgut biasanya menyebabkan reaksi inflamasi yang lebih besar dibandingkan dengan plain Catgut. Berguna untuk penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari dan bila mobilitas harus segera dilakukan.

 Cara Menjahit Luka Pada Pasien

     Adapun Cara Menjahit Luka Pada Pasien yaitu sebagai berikut :
  1. Menyapa dan menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
  2. menyiapkan alat-alat serta obat yang akan dipergunakan
  3. Atur posisi pasien untuk mempermudahkan dalam melaksanakan tindakan
  4. Lakukan evaluasi luka.
  5. Anamnesis :Pemeriksaan fisik ; (a) Lokasi, untuk petunjuk kemungkinan adanya cedera pada struktur yang lebih dalam, (b) Eksplorasi, untuk menyingkirkan kemungkinan cedera pada struktur yang lebih dalam, menemukan benda asing yang mungkin tertinggal pada luka serta menentukan adanya jaringan yang telah mati.
  6. Bersihkan luka dari kotoran dengan cairan garam fisiologis (NaCl 0,9%). Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati. tepi compang-camping sebaiknya segera dibuang.
  7. Jika luka sudah bersih lalu olesi dengan betadine
  8. Lakuakan penjahitan luka tergantung lokasi dan kedalaman luka
  9. Beri betadine pada permukaan penjahitan luka, tutup luka dengan menggunakan kasa steril dan plester menggunakan verban
  10. Selesai

Asam dan Basa

A. Pengertian Asam Basa


Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–. Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ, yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx–
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa asam. Beberapa contoh asam dapat dilihat pada tabel 5.1.
Basa Arrhenius adalah hidroksida logam, M(OH)x, yang dalam air terurai sebagai berikut.
M(OH)x ⎯⎯→ Mx+ + x OH–
Jumlah ion OH– yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa. Beberapa contoh basa diberikan pada tabel 5.2.

Asam sulfat dan magnesium hidroksida dalam air mengion sebagai berikut.
H2SO4 ⎯⎯→ 2 H+ + SO42–
Mg(OH)2 ⎯⎯→ Mg+ + 2 OH–
  • Persamaan ionisasi air dapat ditulis sebagai:
H2O(l) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + OH–(aq)
  • Harga tetapan air adalah:

  • Konsentrasi H2O yang terionisasi menjadi H+ dan OH– sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi H2O mula-mula, sehingga konsentrasi H2O dapat dianggap tetap, maka harga K[H2O] juga tetap, yang disebut tetapan kesetimbangan air atau ditulis Kw.
  • Jadi,

  • Pada suhu 25 °C, Kw yang didapat dari percobaan adalah 1,0 × 10–14.
  • Harga Kw ini tergantung pada suhu, tetapi untuk percobaan yang suhunya tidak terlalu menyimpang jauh dari 25 °C, harga Kw itu dapat dianggap tetap.
  • Harga Kw pada berbagai suhu dapat dilihat pada tabel berikut.



Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H+ yang dihasilkan
oleh senyawa asam dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H+
yang dihasilkan, larutan asam dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
1. Asam Kuat
Asam kuat yaitu senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya
menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi
berkesudahan. Secara umum, ionisasi asam kuat dirumuskan sebagai berikut.
HA(aq) ⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq)

2. Asam Lemah
Asam lemah yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit
terionisasi menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi
kesetimbangan.
Secara umum, ionisasi asam lemah valensi satu dapat dirumuskan
sebagai berikut.
HA(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq)
Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condong ke
kanan, akibatnya Ka bertambah besar. Oleh karena itu, harga Ka merupakan
ukuran kekuatan asam, makin besar Ka makin kuat asam.
Berdasarkan persamaan di atas, karena pada asam lemah [H+] = [A–],
maka persamaan di atas dapat diubah menjadi:



  • Kekuatan basa dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion OH– yang dihasilkan oleh senyawa basa dalam larutannya.
  • Berdasarkan banyak sedikitnya ion OH yang dihasilkan, larutan basa juga dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
1. Basa Kuat
  • Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan.
  • Secara umum, ionisasi basa kuat dirumuskan sebagai berikut.
M(OH)x(aq) ⎯⎯→ Mx+(aq) + x OH–(aq)

dengan: x = valensi basa
M = konsentrasi basa
2. Basa Lemah
  • Basa lemah yaitu senyawa basa yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya.
  • Reaksi ionisasi basa lemah juga merupakan reaksi kesetimbangan.
  • Secara umum, ionisasi basa lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut.
M(OH)(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ M+(aq) + OH–(aq)



  • Makin kuat basa maka reaksi kesetimbangan basa makin condong ke kanan, akibatnya Kb bertambah besar.
  • Oleh karena itu, harga Kb merupakan ukuran kekuatan basa, makin besar Kb makin kuat basa.
  • Berdasarkan persamaan di atas, karena pada basa lemah [M+] = [OH–], maka persamaan di atas dapat diubah menjadi:







  • Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan, pada tahun 1910, seorang ahli dari Denmark, Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana.
  • Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+.
  • Bilangan ini kita kenal dengan skala pH. Harga pH berkisar antara 1 – 14 dan ditulis:

  • Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa:
a. Larutan bersifat netral jika [H+] = [OH–] atau pH = pOH = 7.
b. Larutan bersifat asam jika [H+] > [OH–] atau pH < 7.
c. Larutan bersifat basa jika [H+] < [OH–] atau pH > 7.
  • Karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negatif, maka makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH, dan karena bilangan dasar logaritma adalah 10, maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n mempunyai perbedaan ion H+ sebesar 10n.
  • Perhatikan contoh di bawah ini.
  • Jika konsentrasi ion H+ = 0,01 M, maka pH = – log 0,01 = 2
  • Jika konsentrasi ion H+ = 0,001 M (10 kali lebih kecil) maka pH = – log 0,001 = 3 (naik 1 satuan)
  • Jadi dapat disimpulkan:
• Makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH
• Larutan dengan pH = 1 adalah 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 2.

  • Untuk menentukan pH suatu larutan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.
1. Menggunakan Beberapa Indikator
  • Indikator adalah asam organik lemah atau basa organik lemah yang dapat berubah warna pada rentang harga pH tertentu (James E. Brady, 1990).
  • Harga pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator.
  • Indikator memiliki trayek perubahan warna yang berbeda-beda.
  • Dengan demikian dari uji larutan dengan beberapa indikator akan diperoleh daerah irisan pH larutan.
  • Contoh, suatu larutan dengan brom timol biru (6,0– 7,6) berwarna biru dan dengan fenolftalein (8,3–10,0) tidak berwarna, maka pH larutan itu adalah 7,6–8,3.
  • Hal ini disebabkan jika brom timol biru berwarna biru, berarti pH larutan lebih besar dari 7,6 dan jika dengan fenolftalein tidak berwarna, berarti pH larutan kurang dari 8,3.